Psikologi kriminal adalah ilmu yang
mempelajari kejiwaan (jiwa) pelaku kriminal atau mempelajari sebab-sebab
kejahatan dilihat dari aspek-aspek kejiwaan kriminologi.
Unsur
kejiwaan
a. Sadisme
b. Psikopat
c. Paranoid
d. Kleptomania
e. Histeris
f. Maniak (menyukai sesuatu dengan
berlebihan)
g. Imitasi (meniru)
Objek
kajian psikologi kriminal
Tindak
pidana/kejahatan yang tidak lazim/abnormal.
Patologi® penjahat itu
adalah orang-orang sakit jiwa
Psikologi®penjahat itu
adalah orang-orang yang melakukan penyimpangan tingkah laku.
Pengertian
psikologi
Secara umum adalah psikologi yang
menyelidiki dan mempelajari kegiatan-kegiatan/aktifitas-aktifitas psikis
(fisik) manusia pada umumnya yang dewasa yang normal dan beradab.
Secara khusus adalah psikologi yang
menyelidiki dan mempelajari segi-segi kekhususan dan aktifitas-aktifitas
psikis( (fisik) manusia.
Jenis
psikologi abnormal
1. Psikologi kriminal
2. Psykophatology
3. Patologi sosial (penyakit sosial)
Psikologi abnormal adalah psikologi
dan kelompok-kelompok manusia yang tidak normal.
Psikologi kriminal adalah psikologi
yang mempelajari tingkah laku menyeleweng dari norma-norma umum serta hukum dan
melakukan tindak kriminal.
Psykopatologi adalah psikologi yang
mempelajari geljal kejiwaan yang sakit dan pola tingkah laku yang menyimpang
dari pola-pola normal sebagai akibat dari faktor keturunan/hereditas.
Patologi sosial adalah cabang
psikologi yang mempelajari gangguan-gangguan kejiwaan dan tingkah laku yang
menyimpang sebagai akibat dari faktor milieu (keturunan).
Psikologi
kriminal menurut para ahli hukum pidana
Psikologi kriminal yaitu ilmu
pengetahuan tentang kejahatan dan penjahat dipandang dari ilmu jiwa.
Jiwa adalah daya hidup rohaniah yang
bersifat abstrak yang menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian
perbuata-perbuatan pribadi (personal behaviour) dari hewan tingkat tinggi.
Ilmu jiwa adalah ilmu yang
mempelajari tingkah laku manusia/imlu yang mempelajari gejala-geljala jiwa.
Proses belajar adalah untuk
meningkatkan kepribadian (personality) dengan jalan berusaha mendapatkan
pengertian baru, dan kecakapan baru sehingga dapat berbuat yang lebih sukses
dalam menghadapi kontradiksi (permasalahan) dalam hidup.
Fungsi
psikologi kriminal
Yaitu untuk proses penyidikan bagi
para penegak hukum, untuk mengetahui motif-motif apa saja yang mendorong pelaku
kejahatan melakukan kejahatan.
Menurut
hipotesis sigmund freud (hipotesis struktur) kepribadian dibagi menjadi 3
yaitu:
1. Id (nafsu)
2. Ego (keinginan/nalar/pikiran)
3. Super ego (hati nurani).
Id
yaitu:
·
Struktur
yang muncul dari lahir
·
Penyimpangan
atau dorongan-dorongan dan impuls-impuls instingtif yang lebih dasar mencakup
lapar, haus, seks, dan agresi.
·
Mengikuti
prinsip kesenangan
·
Menuntut
pemuasan segera dari insting-insting tanpa mempertimbangkan/memperhitungkan
aturan-aturan sosial atau norma-norma atau kebutuhan orang lain.
Ego
yaitu:
·
Diatur
/prisip realitas
·
Berusaha
untuk membatasi tuntutan dari Id dan untuk mengarahkan prilaku agar tetap
sesuai denga aturan dan harapan sosial
·
Berikan
nalar dan hal-hal yang baik.
Ciri
dan karakter super ego (hati nurani)
·
Super
ego bekerja berdasarkan prinsip moral (baik/buruk)
·
Menuntut
kepatuhan yang ketat terhadap standar moral
·
Mencerminkan
nilai-nilai moral dari hidup yang ideal.
Pertahanan
ego (ego defence)
·
Mengabaikan
atau mengacaukan realitas
·
Bekerja
pada taraf ketidak sadaran.
Bentuk
dari ego defence
Tidak mengakui suatu objek tertentu
padahal semua itu sungguh-sungguh ada.
Pertanyaan
Dalam
kondisi yang bagaimanakan ego defence terjadi?
Ego defence terjadi apabila ada
pertentangan antara Id dan Ego yang menimbulkan sikap dimana seseorang
mengabaikan atau mengacaukan realitas sedangkan disisi lain super ego tidak
bekerja.
Konsep
manusia
|
Teori
|
Konsep tentang manusia
|
Konstruksi pada psikologi
sosial
|
|
psikonalisis
|
Homo volens/manusia yang
berkeinginan
|
·
Perkembangan
kepribadian
·
Sosialisasi
·
Identifikkasi
·
Agresi
kebudayaan & prilaku
|
|
kognitif
|
Homo sopiens/manusia berpikir
|
·
Mahkluk
aktif
·
Mengorganisasikan
& mengolah stimulasi yang diterimahnya
|
|
behaviourisme
|
Homo mecanious/manusia mesin
|
Manusia adalah mahkluk yang
digerakan semaunya/lingkungan
|
|
humanistis
|
Homo ludens/manusia bermain
|
Manusia adalah sebagai pelaku
aktif dalam merumuskan strategi tradisional dengan lingkungan
|
|
|
|
|
Latar
belakang sosiologis munculnya kriminalitas menurut Donald R Cresey
Kejahatan atau kriminalitas timbul
karena kondisi-kondisi, proses-proses sosial yang sama yang menghasilkan
prilaku-prilaku sosial lainnya.
Aspek-aspek
kehidupan manusia dalam masyarakat yang menentukan kualitas (jumlah) kejahatan.
1. Mobilitas sosial (perubahan perkembangan
masyarakat)
2. Persaingan dan pertentangan kebudayaan
3. Ideologi politik
4. Ekonomi
5. Kuantitas penduduk
6. Agama
7. Pendapatan & pekerjaan.
Beberapa
bentuk/proses seseorang menjadi penjahat:
1. Imitasi (meniru)
2. Pelaksanaan peran sosial
3. Assosiasi Diferential (dipelajari)
4. Identifikasi
5. Konsep diri tentang manusia
6. Frustrasi (tidak menerima kenyataan).
Secara
garis besar ada dua faktor yang dapat menimbulkan kriminalitas yaitu:
1. Fakor yang bersumber dari dalam indivudu
(faktor intern)®teori indeterminisme
·
Psikis
·
Neurisis
·
Cacat
mental
2. Faktor yang berasal/bersumber dari luar
diri indivudu (faktor eksternal)®teori determinisme
·
Lingkungan
sosial
·
Pertemanan
·
Gaya
hidup
Beberapa
sifat yang dapat menimbulkan kejahatan yaitu:
1. Sakit jiwa
2. Daya emosional
3. Rendah mental
4. Anomi (kekacauan/kekalutan mental akibat
banyaknya aturan/norma yang bertentangan)
Bentuk
gangguan mental dalam psikis kriminal
1. Psykosis (penyakit jiawa)
Adalah
penyakit jiwa (orang yang mempunyai penyakit jiwa)
Psykis
dibagi menjadi 2 yaitu:
1) Psykosis organis
Yaitu adanya kerusakan organ dalam tubuh manusia
Bentuk psykosis organis
a.
Kelumpuhkan
umum dari otak yang ditandai dengan kemerosotan yang terus-menerus dari seluruh
kepribadian.
b.
Traumatic
psykosis, yaitu munculnya diakibatkan oleh luka pada otak yang disebabkan dari
kecelakaan (gegar otak).
Ciri-cirinya:
I.
Penderita
mudah gugup
II.
Cenderung
untuk melakukan kejahatan & kekerasan
c.
Encephalis
lethargica, yaitu sering melakukan tindakan-tindakan yang anti sosial, umumnya
dilakukan oleh anak-anak berupa pelanggaran seksual.
d.
Snile
domensia, yaitu kemunduran pada kemampuan fisik dan mental, gangguan emosional
dan kehilangan kontrol terhadap orang lain pada umumnya dilakukan oleh orang
lanjut usia.
e.
Prerperal
insanity, yaitu kekhawatiran luar biasa disebabkan karna kelahiran anak yang
tidak dikehendaki, kelemahan ekonomi dan kelelahan fisik.
f.
Epilepsi
g.
Psykosis
sebab alkohol.
2) Psykosis fungsional
Yaitu
gangguan terhadap fungsi organ tubuh.
Bentuk-bentuk
psykosis fungsional
a. Paranoia (paranoid), yaitu penderita
diliputi oleh khayalan (delusi), merasa hebat, merasa dikejar-kejar.
b. Manic (defresive psykosis/maniak), yaitu
penderita menunjukan tanda-tanda perubahan dari kegembiraan yang belebihan
menjadi kesedihan.
c. Schizoprenia, yaitu pada penderita in
ada kepribadian yang terpecah melarikan diri dari kenyataan hidup dengan
fantasi, delusi dan halusinasi. Tidak bisa memahami lingkungannya &
kadang-kadang merasa ada orang yang menghipnotisnya.
2. Neoroses (kelainan jiwa)
Yaitu suatu gejala yang timbul
karena penggunaan mekanisme pertahanan yang berlebihan.
Bentuk-bentuk
neoroses
a) Axiety neuroses (phobia), adalah rasa
takut yang tidak wajar dan berlebihan terhadap adanya dari suatu bahaya yang tidak
ada sama sekali.
Ex: nycotophobia (takut gelap), gynophobia (takut
wanita), aerophobia (takut ketinggian), oclalophobia (takut orang banyak),
monophobia (takut sendirian) DLL.
b) Histeris
c) Absosional
d) Defresif, yaitu penilaian negatif
terhadap diri sendiri.
e) Obsesi adalah ide-ide tradisional atau
emosi-emosi kuat yang terus-menerus melekat dalam pikiran atau hati & tidak
mau hilang.
f) Neurestania, yaitu adanya
kondisi-kondisi saraf yang lemah tanpa memiliki energi hidup selalu atau terus
menerus merasa capek, lelah yang hebat dibarangi dengan perasaan-perasaan nyeri
& sakit dibagian-bagian tubuhnya sehingga individu menjadi malas &
segan berbuat sesuatu.
g) Narsis
h) Autis, adalah gejala menutup diri
sendiri secara total & tidak mau berhubungan lagi dengan dunia luar,
keasyikan ekstrim dengan pikiran dan fantasi sendiri.
3. Cacat mental (mentaly dissester)
Adalah
keadaan keterbelakangan mental, keadaan ini dikenal juga retaldasi mental
(mental retardation) atau lemahnya fungsi intelektual.
Ex:
tunagrahita (ketidakmampuan dalam berpikir), sindro mongolia (kembar seribu).
Perbedaan
psykosis & neuroses
|
psikosis
|
neuroses
|
|
Tidak mengetahui &
merasakan kesukarannya
|
Penderita masih mengetahui
& merasakan kesukarannya
|
|
Kpribadiannya dari segi
(tanggapan perasaan & dorongannya) sangat tertanggu tidak ada integritas
& hidup dari alam nyata.
|
Kepribadiannya tidak jauh dari
realitas & masih hidup dalam alam kenyataan pada umumnya
|
Munculnya
penjahat apabila terjadi kekalutan mental
Pshykopat adalah bentuk kekalutan
mental ditandai dengan tidak adanya pengorganisasian & pengintegrasian
pribadi (tidak memahami diri sendiri) orangnya tidak pernah bertanggung jawab
secara moral dengan adaptasi sosial yang
tidak normal & berkonflik dengan norma sosial & hukum, karena sepanjang
hidupnya ia hidup dalam lingkungan sosial yang abnormal & imoral yang
diciptakan oleh angan-angannya.
Karakter
pshykopat
1) Tingkah langkuh dan relasi sosialnya
asosial, eksentrik ((kegila-gilaan) dan patologis
2) Tidkam emiliki kesadaran sosial dan
intelegensia sosial (tidak ada empati)
3) Sangat streotipe tingkah lakunya dan
panatik (berlebihan)
4) Individualistis/egoistis selalu
menentang lingkungan kultural serta norma-norma etis
5) Pribadinya tidak stabil, tidak bisa
dipercaya
6) Tidak bisa belajar dari hukuman dan
pengalaman lampau
7) Tidak mampu memahami arti kebaikan serta
kesusilaan
8) Sikapnya selalu tidak menyenangkan orang
lain, selalu menyakitkan hati dan sering berbuat kasar.
Faktor
yang menyebabkan pshykopat melakukan kejahatan:
1) Pembawaan gembira, tempramen tinggi
& cepat marah
2) Karena depresif (tertekan)
3) Tidak percaya (over sensitif)
4) Karena kegiatan yang membabi
buta(fanatik)
5) Emosional/labil/tidak tenang
6) Emosionaly cold (emosi dingin)
7) Lemah syarafnya (astenik)
Ruang
lingkup kriminologi
1) Kejahatan
2) Siapa penjahat
3) Reaksi masyarakat terhadap kejahatan
Teori-teori
kejahatan:
1) Teori ekologi®shaw & mickey
·
Kepadatan
penduduk
·
Mobilitas
sosial
2) Teori konflik budaya®sellin
·
Munculnya
kejahatan akibat suku, agama, ras & aliran
3) Teori ekonimo®bonger
·
Munculnya
kejahatan karena kemiskinan
4) Teori diperential Assosiation®suterland
·
Munculnya
kejahatan karena dipelajari
5) Teori Animi/subculture
·
Chaos
(kacau)
·
Adanya
perbedaan nilai dan norma dalam masyarakat antara midle class & hight class.
Teori-teori
tentang kejahatan (psikologi kriminal)
1. Teori biologis (lambroso)
Born kriminal, yaitu penjahat yang dilahirkan atau
penjahat muncul akibat dari karakteristik fisik penjahat.
2. Teori psikologis (sigmund frued)
Kejahatan terjadi karena proses mental, penyakit
kejiwaan kehancuran dari sifat ketakutan, kegugupan neurastania (gangguan
fungsi organ),ketidak mampuan seluruh kemampuan mental.
3. Teori sosial
4. Teori ekonomi
5. Teori multi faktor
·
Penjahat
adalah sebuah perpaduan dari kelompok biologis, psikologis & sosiologis.
Lima
metode untuk mengenal manusia atau prilaku yang tertutup dan terbuka dalam
psikologi:
1) Metode Eksperimental, yaitu bertujuan
hanya untuk mencari hukum-hukum saja mengenai berbagai tindakan tingkah laku
dang kurang memperhatikan perbedaan-perbedaan individu.
2) Metode Observasi alamiah, yaitu bertujuan
untuk melakukan pengamatan terhadap situasi yang ada, situasi yang terjadi
secara spontan, tidak dibuat-buat sesuai dengan kehendak alam.
Dalam metode ini yang perlu diperhatikan ialah kita
harus menjauhkan sebanyak mungkin kepentingan dan minat-minat pribadi kita,
agar dapat dibuat kesimpulan yang bersifat objektif.
3) Metode sejarah kehidupan, yaitu metode
yang berdasarkan pada sejarah kehidupan seseorang yang dapat merupakan sumber
data yang penting untuk lebih mengenal orang yang bersangkutan.
4) Metode wawancara, yaitu suatu tanya
jawab antara pemeriksa dan orang yang bersangkutan. Maksudnya agar orang
diperiksa tersebut mengemukakan isi hatinya, pandangan-pandangannya,
pendapat-pendapatnya sedemikian rupa sehingga pemeriksa/penyidikan dapat lebih
mengenal tentang pribadi orang yang diperiksa.
5) Metode pemeriksaan psikologi, yaitu
dengan menggunakan psikotes.
Pejabat-pejabat
psikologis
1. Psikiatriss, yaitu cabang dari medical
science yang melakukan diaknosis dan pengobatan pada penderita penyakit jiwa.
2. Psikonalis/Psikonalisis, yaitu gutmacher
psikonalisis adalah bagian dari psikiatris yang mengutamakan penelitian
terhadap das Umbeweszte (alam tidak sadar dari penderita) dan bersifat
membinmbing daripada memberi petunjuk.
3. Psikolog, yaitu psikologis klinis dimana
psikolog memperoleh pendidikan khusus untuk melakukan evaluasi terhadap
intelegensia dan sturktur personality pasien.
4. Ilmu forensik, yaitu meliputi semua ilmu
pengetahuan yang mempunyai kaitan dengan masalah kejahatan/dapat dikatakan
bahwa dari segi peranannya dalam penyelesaian kasus kejahatan maka ilmu
forensik memegang peranan penting.
Dua cabang ilmu forensik(IKK)
1)
Clinic
forensic medicine, yaitu yang berhubungan dengan manusia hidup.
2)
Clinic
phatology, yaitu yang berhubungan dengan mayat.
Pathology
social (penyakit sosial)
Adalah semua tingkah laku yang
bertentangan dengan norma-norma kebaikan, stabilitas lokal, pola kesadaran,
moral, hak milik, solidaritas kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin
kebaikan dan ilmu formal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar