Kala detik waktu kian berlalu.
Ku usap lembut cerita masa lalu.
Terlihat nan teringat jelas dalam lembaran ingatanku.
Saat hati ini mulai mengenal luka penuh derita.
Lembut pipi ini mulai dibasahi tiap tetes derai air mata.
Lembayung senja kian menyapa luka didalam dada.
Tanpa ada cerita namun mampu membekas dalam relung jiwa.
Sembilu masih tertancap didalam luka akan cinta.
Hanya derai air mata membius jiwa.
Terhanyut akan sebuah suasana cerita lama.
Panah asmara tak lagi seindah kata.
Payung rindu tak lagi marekah lebar kala cinta patah jadi
dua.
Gelap malam menjadi tempatku menghabiskan sisa luka.
Tetesan air mata sebagai saksi luka cinta.
Sinar pagi menjadi sebuah harap penuh cerita.
Hangat nan lembut sentuhan cinta menjadi mimpi didalam kata
terindah kita.
Dalam pelukan malam ku coba membalut luka dengan senyum
penuh air mata.
Rayuku pada Sang Kuasa agar kau selalu bahagia.
Ku harap tak lagi melihat air mata di sendu tatapan mata.
Ku hanya ingin melihat senyum manis slalu menghiasi wajah
ceria.
Walau ku tau bukan bersamaku namun bahagiamu sudah cukup
untukku.
Cinta semu ini kan ku rangkai menjadi memori terindah kita.
Kau lah bidadari cinta pertama.
By_Muhammad Rebo
