Rabu, 29 Oktober 2014

Kriminologi

Kriminologi
1.       Antropologi kriminal yaitu dilihat dari segi fisik pelaku/budaya
2.       Sosiologi kriminal yaitu dilihat dari aspek sosial didalam masyarakat
3.       Patologi sosial yaitu dilihat dari sebab-sebab kejahatan dan sanksinya dari faktor sosial
4.       Psikologi kriminal yaitu dilihat dari aspek kejiwaan pelaku
Ciri khusus orang psikopat yaitu tidak memeiliki rasa bersalah dan menyesal.
Psikologi kriminal yaitu ilmu yang mempelajari sebab-sebab kejahatan yang dilihat dari aspek kejiwaan. Objek kajian psikologi kriminal yaitu semua tindak kejahatan yang tidak lazim atau apnormal.
Bentuk gangguan jiwa
1.       Sadis
2.       Psikopat
3.       Phobia
4.       Paranoid
5.       Kleptomania
6.       Histeris
7.       Mania
8.       Imitasi
9.       Narsis
10.   Alay
Ilmu psikologi dibagi 2 yaitu
1.       Psikologi umum yaitu psikologi yang menyelidiki dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktifitas-aktifitas psikis manusia pada umumnya yang dewasa, yang normal dan beradab.
2.       Psikologi khusus yaitu psikologi yang menyelidiki dan mempelajari segi-segi kekhususan dari aktifitas-aktifitas psikis manusia.
Psikologi khusus dibagi 6 yaitu
1.       Psikologi perkembangan
2.       Psikologi sosial
3.       Psikologi pendidikan
4.       Psikologi kepribadian dan tipologi
5.       Psikologi apnormal
6.       Psikologi perusahaan
Psikologi kriminal berada di dalam psikologi apnormal. Psykopatologi dan patologi sosial berada didalam psikologi kriminal.
Psikologi apnormal yaitu psikologi dari kelompok-kelompok manusia yang tidak normal.

Jenis psikologi apnormal:
1.       Psikologi kriminal yaitu psikologi yang mempelajari tingkah laku yang menyeleweng dari norma-norma umum serta hukum dan melakukan tindak kriminal.
2.       Psykopatologi yaitu psikologi yang mempelajari gejala kejiwaan yang sakit dan pola tingkah laku yang menyimpang dari pola-pola normal sebagai akibat dari faktor keturunan atau hereditas.
3.       Patologi sosial/penyakit sosial yaitu cabang psikologi yang mempelajari gangguan-gangguan kejiwaan dan tingkah laku yang menyimpang sebagai akibat dari faktor-faktor milieu (keturunan).
Psikologi kriminal yaitu ilmu pengetahuan tentang kejahatan dan penjahat dipandang dari segi jiwa.
Jiwa yaitu daya hidup rohaniah yang bersifat abstrak yang menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan-perbuatan pribadi (personal behavior) dari hewan tingkat tinggi.
Ilmu jiwa yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia atau ilmu yang mempelajari gejala-gejala jiwa.
Proses belajar yaitu proses untuk meningkatkan kepribadian (personality) dengan jalan berusaha untuk mendapatkan pengertian baru dan kecakapan baru sehingga dapat berbuat yang lebih sukses dalam menghadapi kontradiksi (permasalahan) dalam hidup.
Kegunaan psikologi kriminal:
1.       Untuk proses penyelidikan.
2.       Untuk para penegak hukum mengetahui motif-motif apa yang mendorong pelaku kejahatan melakukan kejahatan.
Menurut hipotesis struktural sigmund freud, kepribadian dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
1.       Id (nafsu)
Ø  Struktur psikis yang muncul dari lahir
Ø  Penyimpangan atau dorongan dan impus-impus instingtif (nafsu) dasar yang meliputi lapar, haus, seks, dan agresi
Ø  Mengikuti prinsip kesenangan
Ø  Menuntut pemuasan segera dari insting-insting tanpa mempertimbangkan aturan sosial atau norma-norma atau kebutuhan orang lain
2.       Ego (akal)
Ø  Diatur prinsip realitas
Ø  Berusaha untuk membatasi tuntutan dari id dan untuk mengarahkan prilaku agar tetap sesuai dengan aturan dan harapan sosial
Ø  Berisikan nalar dan hal-hal yang baik
3.       Super ego (hati nurani)
Ø  Bekerja berdasarkan prinsip moral
Ø  Menuntut kepatuhan yang ketat terhadap standar moral
Ø  Mencerminkan nilai-nilai moral dari hidup yang ideal

Pertahanan ego (ego defense)
Ø  Mengabaikan atau mengacuhkan realitas
Ø  Bekerja pada taraf ketidak sadaran
Bentuk dari ego defense yaitu tidak mengakui suatu objek tertentu padahal semua itu sungguh-sungguh ada. Ego defense muncul apabila terjadi pertentangan antara id dengan ego yang menimbulkan sikap dimana seseorang mengabaikan atau mengacuhkan realitas, sedangkan disisi lain seper ego tidak bekerja atau tidak berperan.
Teori konsep manusia
teori
Konsep tentang manusia
Konstruksi pada psikologi sosial
psikonalisis
Homovolens (manusia yang berkeinginan)
Ø  perkembangan kepribadian
Ø  sosialisasi
Ø  identifikasi
Ø  agresi kebudayaan dan prilaku
kognitif
Homosapiens (manusia berfikir)
Ø  mahluk yang aktif
Ø  mengorganisasikan
Ø  mengolah stimuli yang diterima
behaviorisme
Homomecanicus (manusia mesin)
Ø  Manusia yang digerakan semuanya oleh lingkungan
humanistis
Homoludens (manusia bermain)
Ø  Sebagai pelaku aktif dalam merumuskan strategi transaksional dengan lingkungannya

Latar belakang sosiologi timbulnya kriminalitas.
Menurut donald r. Cressay, kejahatan atau kriminalitas yaitu timbul karena kondisi-kondisi, proses-proses sosial yang sama yang dihasilkan pelaku-pelaku sosial lainnya.
Aspek-aspek yang menentukan jumlah kejahatan yaitu:
       1.            Mobilitas sosial
       2.            Persaingan dan pertentangan kebudayaan
       3.            Ideologi politik
       4.            Ekonomi
       5.            Kwantitas penduduk
       6.            Agama
       7.            Pendapatan dan pekerjaan
Bentuk atau proses seseorang menjadi penjahat
       1.            Imitasi (meniru)
       2.            Pelaksanaan peran sosial, dampak dari anti sosial
       3.            Assosiasi deferential (dipelajari)
       4.            Identifikasi
       5.            Konsep diri tentang manusia
       6.            Frustrasi
Faktor kriminalitas secara garis besar
       1.            Teori indeterminisme
Ø  Faktor yang bersumber dari dalam individua (internal). Ex: psikis, neurosis, dan cacat mental
       2.            Teori determinisme
Ø  Faktor yang bersumber dari luar individu (eksternal). Ex: lingkungan, pertemanan, dan gaya hidup
 Beberapa sifat khusus yang dapat menimbulkan kejahatan:
1.       Sakit jiwa
2.       Daya emosional
3.       Rendahnya mental
4.       Anomi (kekacauan atau kekalutan mental akibat banyaknya aturan atau norma yang bertentangan )
Bentuk gangguan mental dalam psikologi kriminal:
v  Psykosis yaitu penyakit jiwa (orang yang mempunyai penyakit jiwa). Psykosis dibagi 2 yaitu:
1.       Psykosis organis yaitu adanya penyakit jiwa dikarnakan adanya kerusakan pada organ manusia (bawaan lahir). Bentuk psykosis organis yaitu:
a)      Kelumpuhan umum dari otak yang ditandai dengan kemerosotan yang terus menerus dari sebush kepribadian
b)      Traumatik psykosis yaitu diakibatkan oleh luka pada otak yang disebabkan dari kecelakaan (gagar otak), ciri-cirinya yaitu penderita mudah gugup dan cenderung untuk melakukan kejahatan kekerasan
c)       Encephalis lethargica yaitu sering melakukan tindakan-tindakan yang anti sosial umumnya dilakukan oleh anak-anak berupa pelanggaran seksual
d)      Senice dementia yaitu berupa kemunduran pada kemampuan fisik dan mental gangguan emosional dan kehilangan kontrol terhadap orang lain pada umumnya dilakukan oleh orang yang lanjut usia. Ex:nkekerasan dan pelanggaran seksual terhadap anak
e)      Pverperal insanity yaitu kekhawatiran yang luar biasa disebabkan karena kelahiran anak yang tidak di mehendaki, tekanan ekonomi, dan kelelahan fisik (umumnya pada kaum perempuan). Ex: aborsi dan pembunuhan bayi
f)       Epilepsi
g)      Psykosis yang disebabkan alkohol. Tingkatan dalam kejahatannya yaitu normal (kekerasan), phatologis (mudah terpancing emosi), dan kronis (tidak waras).
2.       Psykosis fungsional yaitu gangguan terhadap fungsi organ tubuh. Bentuk psykosis fungsional yaitu:
a)      Paranoia (paranoid) yaitu penderita paranoia diliputi oleh khayalan (delusi), merasa hebat, dan merasa dikejar-kejar
b)      Manic (depressive psikosis) yaitu penderita menunjukan tanda-tanda perubahan dari kegembiraan yang berlebihan, kesedihan. Ex: bunuh diri.
c)       Schizo prenia yaitu pada penderitanya ada kepribadian yang terpecah, melarikan diri dari kenyataan, hidup dengan fantasi, dedusi dan halusinasi tidak bisa memahami lingkungannya dan kadang-kadang merasa ada orang yang menghipnotisnya.
v  Neuroses (kelainan jiwa) yaitu suatu gejala yang timbul karena penggunaan mekanisme pertahanan secara berlebihan. Bentuk neuroses:

1.       Axiety neuroses (phobia) yaitu rasa takut yang tidak wajar dan berlebih lebihan terhadap adanya bahaya dari sesuatu yang tidak ada sama sekali. Ex: nycotophobia (takut kegelapan), gynophobia (takut pada wanita), aerophobia (takut terhadap tempat tinggi), ochiophobia (takut orang banyak), monophobia (takut kesunyian atau kesendirian).

1 komentar: